Nyeri betis merupakan keluhan yang sering dialami oleh kelompok pekerja akibat adanya cedera pada area betis. Manifestasi nyeri dapat berupa rasa panas, gemetar, kesemutan, terbakar, tertusuk, maupun ditikam, yang timbul akibat gangguan pada struktur pembentuknya. Dalam sudut pandang Traditional Chinese Medicine (TCM), nyeri terjadi akibat terhambatnya aliran Qi dan darah. Akupunktur berfungsi sebagai terapi komplementer yang efektif untuk mengatasi stagnasi serta memulihkan sirkulasi Qi dan darah guna mengurangi nyeri sekaligus meningkatkan kemampuan fungsional. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan seorang partisipan yang mengalami nyeri betis. Intervensi akupunktur dilakukan di Rumah Sehat Bekam Medika Palopo sebanyak 6 sesi terapi sejak 3 Mei hingga 23 Mei 2025. Pengumpulan data menggunakan Lembar Data Klien, yang kemudian diolah berdasarkan empat metode diagnostik: Pengamatan (Wang), Pendengaran dan Penciuman (Wen), Wawancara (Wen), serta Palpasi/Sentuhan (Qie). Hasil pascaterapi menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan; intensitas nyeri betis responden yang semula berada pada kategori nyeri sedang sebelum intervensi, menurun secara signifikan menjadi kategori tidak nyeri hingga nyeri ringan setelah menjalani terapi akupunktur. Hasil ini membuktikan adanya pengaruh signifikan dari pemberian terapi akupunktur terhadap penurunan intensitas nyeri betis pada pasien di Rumah Sehat Bekam Medika Palopo.
Copyrights © 2026