Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung terwujudnya desa mandiri. Desa Teratai memiliki potensi lokal berupa tanaman teratai yang sedang dikembangkan menjadi produk bubuk kopi dan makanan pendamping program pencegahan stunting. Namun, masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan produk lokal serta rendahnya pemanfaatan potensi desa secara optimal. Kondisi ini menjadi urgensi pelaksanaan kegiatan pengabdian guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal sebagai upaya mendukung peningkatan ekonomi dan kemandirian desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengolahan bibit teratai menjadi produk bernilai tambah melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, analisis kebutuhan, perencanaan program, implementasi, dan refleksi serta melakukan SWOT Analisis usaha. Program dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pengolahan bibit teratai menjadi bubuk kopi dan makanan pendamping pencegahan stunting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bibit teratai menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, masyarakat menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung dan mulai memahami pentingnya pemanfaatan potensi lokal dalam mendukung pembangunan desa mandiri. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan produk unggulan desa serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Copyrights © 2026