Open Access DRIVERset
Vol. 2 No. 2 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - April 2026

Penguatan Literasi Argumentatif Melalui Pelatihan Debat Bagi Siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu

Asrianti (Universitas Tadulako)
Ibmasiah Wardatun Islamiyah (Universitas Tadulako)
Pratama Bayu Santosa (Universitas Tadulako)
Mawardin (Universitas Tadulako)



Article Info

Publish Date
27 Apr 2026

Abstract

Kemampuan literasi argumentatif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Literasi argumentatif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pendapat, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi bukti, menyusun alasan yang logis, serta mempertahankan gagasan secara santun berdasarkan data yang valid. Kenyataannya, masih banyak siswa sekolah menengah atas yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan argumentasi secara sistematis karena minimnya pengalaman berlatih berpikir kritis dan berbicara di depan umum. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu. Sebagian besar siswa menunjukkan keberanian berbicara yang cukup baik, namun kualitas argumentasi yang dibangun masih bersifat deskriptif, belum didukung fakta, serta kurang memperhatikan struktur penalaran yang logis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi argumentatif siswa melalui pelatihan debat yang dirancang secara partisipatif. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan sekolah, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, simulasi debat, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Pelatihan diikuti oleh 40 siswa yang berasal dari kelas X dan XI dengan pendekatan pembelajaran aktif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi debat, praktik argumentasi, serta pemberian umpan balik secara langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, lembar observasi keterampilan argumentatif, serta angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun klaim, memberikan alasan yang logis, menggunakan data sebagai bukti pendukung, menyampaikan sanggahan secara santun, dan menarik kesimpulan yang relevan. Nilai rata-rata peserta mengalami peningkatan dari kategori sedang menjadi kategori tinggi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta kemampuan berpikir kritis selama proses debat berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan debat merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat literasi argumentatif siswa sekolah menengah atas. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Copyrights © 2026