Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Makna Teks Lagu Daerah Buol Ciptaan Salmijah Lupojo melalui Pendekatan Hermeneutika Pratama Bayu Santosa; Hasnur Ruslan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam teks lagu daerah Buol melalui pendekatan hermeneutika. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan pengamatan terhadap teks lagu. Sebagai teknik tambahan, peneliti juga mewawancarai pencipta lagu untuk mengumpulkan data. Selanjutnya untuk menganalisis data melalui proses identifikasi, klasifikasi, analisis, dan deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa makna teks lagu daerah Buol (Bvuolyo Lripu Koponuku, Morindo, Bvuolyo Koponuto) karya Salmijah Lupojo mempunyai dua bentuk makna yaitu: (1) makna bait dalam lagu, (2) makna lagu secara keseluruhan.
Pelatihan Etika Berbahasa Remaja di Desa Toribulu dalam Komunikasi Digital melalui Pendekatan Sosiopragmatik Yunidar Yunidar; Pratama Bayu Santosa; Nur Halifah; Anjar Kusuma Dewi
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.738

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat etika berbahasa remaja Desa Toribulu dalam komunikasi tatap muka dan komunikasi digital. Persoalan utama yang melatarbelakangi kegiatan ini ialah masih terbatasnya kemampuan sebagian remaja dalam menyesuaikan tuturan dengan lawan bicara, situasi sosial, tujuan komunikasi, serta konsekuensi pesan di media sosial. Pelatihan dirancang dengan pendekatan sosiopragmatik karena kesantunan tidak hanya ditentukan oleh pilihan kata, tetapi juga oleh kepekaan terhadap relasi sosial, norma lokal, medium komunikasi, dan dampak ujaran. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, diskusi kasus, simulasi percakapan, praktik merevisi tuturan, refleksi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 43,8% pada pre-test menjadi 85,6% pada post-test, atau meningkat 41,8%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kesadaran etika komunikasi digital sebesar 46%. Peserta mulai mampu membedakan gaya bahasa akrab dan formal, menyampaikan kritik secara lebih santun, mempertimbangkan dampak komentar digital, serta merefleksikan kebiasaan bertutur sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis sosiopragmatik efektif sebagai strategi pembinaan karakter komunikatif remaja desa karena menghubungkan pengetahuan bahasa, latihan praktis, empati, dan tanggung jawab sosial.
Penguatan Literasi Argumentatif Melalui Pelatihan Debat Bagi Siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu Asrianti; Ibmasiah Wardatun Islamiyah; Pratama Bayu Santosa; Mawardin
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - April 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21194013

Abstract

Kemampuan literasi argumentatif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Literasi argumentatif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pendapat, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi bukti, menyusun alasan yang logis, serta mempertahankan gagasan secara santun berdasarkan data yang valid. Kenyataannya, masih banyak siswa sekolah menengah atas yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan argumentasi secara sistematis karena minimnya pengalaman berlatih berpikir kritis dan berbicara di depan umum. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu. Sebagian besar siswa menunjukkan keberanian berbicara yang cukup baik, namun kualitas argumentasi yang dibangun masih bersifat deskriptif, belum didukung fakta, serta kurang memperhatikan struktur penalaran yang logis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi argumentatif siswa melalui pelatihan debat yang dirancang secara partisipatif. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan sekolah, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, simulasi debat, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Pelatihan diikuti oleh 40 siswa yang berasal dari kelas X dan XI dengan pendekatan pembelajaran aktif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi debat, praktik argumentasi, serta pemberian umpan balik secara langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, lembar observasi keterampilan argumentatif, serta angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun klaim, memberikan alasan yang logis, menggunakan data sebagai bukti pendukung, menyampaikan sanggahan secara santun, dan menarik kesimpulan yang relevan. Nilai rata-rata peserta mengalami peningkatan dari kategori sedang menjadi kategori tinggi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta kemampuan berpikir kritis selama proses debat berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan debat merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat literasi argumentatif siswa sekolah menengah atas. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Penguatan Literasi Argumentatif Melalui Pelatihan Debat Bagi Siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu Asrianti; Ibmasiah Wardatun Islamiyah; Pratama Bayu Santosa; Mawardin
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - April 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21194013

Abstract

Kemampuan literasi argumentatif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Literasi argumentatif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pendapat, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi bukti, menyusun alasan yang logis, serta mempertahankan gagasan secara santun berdasarkan data yang valid. Kenyataannya, masih banyak siswa sekolah menengah atas yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan argumentasi secara sistematis karena minimnya pengalaman berlatih berpikir kritis dan berbicara di depan umum. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu. Sebagian besar siswa menunjukkan keberanian berbicara yang cukup baik, namun kualitas argumentasi yang dibangun masih bersifat deskriptif, belum didukung fakta, serta kurang memperhatikan struktur penalaran yang logis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi argumentatif siswa melalui pelatihan debat yang dirancang secara partisipatif. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan sekolah, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, simulasi debat, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Pelatihan diikuti oleh 40 siswa yang berasal dari kelas X dan XI dengan pendekatan pembelajaran aktif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi debat, praktik argumentasi, serta pemberian umpan balik secara langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, lembar observasi keterampilan argumentatif, serta angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun klaim, memberikan alasan yang logis, menggunakan data sebagai bukti pendukung, menyampaikan sanggahan secara santun, dan menarik kesimpulan yang relevan. Nilai rata-rata peserta mengalami peningkatan dari kategori sedang menjadi kategori tinggi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta kemampuan berpikir kritis selama proses debat berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan debat merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat literasi argumentatif siswa sekolah menengah atas. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Representation of Language Functions in Habiburrahman El Shirazy’s Novel Pudarnya Pesona Cleopatra Bela Audy Hayati; Gazali; Pratama Bayu Santosa; Agustan
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.6759

Abstract

This research aims to outline the language roles found in the novel "Pudarnya Pesona Cleopatra" by Habiburrahman El Shirazy. The study utilized qualitative descriptive research employing content analysis methods. The researcher focused this study by using Roman Jakobson's theory of language functions, which proposes that language functions consist of six functions: referential, emotive, poetic, phatic, conative, and metalingual functions. The data source for this study was obtained from the novel Pudarnya Pesona Cleopatra by Habiburrahman El Shirazy, the 27th edition published by Republika Publisher in 2019. Data collection in this study used reading and note-taking techniques. The results of this study indicate that there are six language functions in the novel Pudarnya Pesona Cleopatra by Habiburrahman El Shirazy. The total data included in these six functions amounted to 212 data points. The dominant language functions are the emotive function with 87 data points and the referential function with 77 data points.