Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi algoritma Imperceptible–Visible Watermarking (IVW) yang adaptif terhadap serangan digital, khususnya pemotongan (cropping) dan kompresi JPEG, pada citra digital berwarna. Metode yang digunakan menggabungkan prinsip Just Noticeable Distortion in Luminance (JNDL) dan teknik histogram binarization untuk menyisipkan watermark biner secara halus namun tetap dapat ditampilkan melalui pengolahan tampilan visual. Pengujian dilakukan pada 200 citra host dengan variasi konten visual dan menggunakan dua jenis watermark, yaitu QR code dan logo hitam-putih. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma IVW yang diimplementasikan mampu menjaga kualitas visual citra dengan nilai SSIM > 0,93 dan rata-rata NCD < 0,05, yang menunjukkan tingkat ketidakterlihatan watermark yang tinggi. Selain itu, watermark tetap dapat dikenali secara visual pasca kompresi JPEG, membuktikan ketahanan algoritma terhadap serangan umum. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam perlindungan hak cipta digital melalui metode watermarking yang adaptif, tidak merusak tampilan visual, serta memiliki ketahanan yang baik terhadap manipulasi citra. Namun, metode ini masih memiliki keterbatasan dalam menghadapi jenis serangan lain seperti rotasi, penambahan noise, dan transformasi geometris kompleks. Oleh karena itu, pengembangan ke depan dapat diarahkan pada peningkatan robustness melalui integrasi teknik pembelajaran mesin serta optimasi adaptif pada pemilihan lokasi embedding untuk berbagai jenis citra.
Copyrights © 2026