Gangguan pendengaran dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dan penting untuk dideteksi sejak dini agar dapat segera ditangani. Salah satu cara untuk mengetahui kondisi pendengaran adalah melalui pengujian ambang dengar menggunakan audiometer. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji instrumen audiometri digital berbasis Python dengan antarmuka GUI untuk mengukur ambang dengar dan kemampuan pengenalan kata melalui uji tonal dan Word Recognition Score (WRS). Sistem menghasilkan nada murni pada frekuensi 250–8000 Hz dengan intensitas 0–100 dB serta menampilkan audiogram secara otomatis, sementara uji WRS menggunakan daftar kata adaptif berbasis peningkatan intensitas untuk menilai persepsi ucapan. Pengujian dilakukan pada 20 responden dengan variasi usia, jenis kelamin, dan kebiasaan penggunaan headset. Hasil menunjukkan bahwa perempuan dan responden usia muda memiliki ambang dengar dan nilai WRS yang lebih baik, sedangkan pengguna headset menunjukkan kecenderungan penurunan sensitivitas pendengaran dibandingkan non-pengguna. Sistem ini terbukti bekerja efektif, konsisten dengan teori audiologi, mudah digunakan, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui kalibrasi standar klinis serta integrasi teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan akurasi dan objektivitas pengujian
Copyrights © 2026