Naskah kuno Babad Banten berumur lebih dari seratus tahun sehingga bentuk fisiknya mulai mengalami kerusakan. Salah satu cara untuk mencegah kerusakan yang lebih parah yaitu melalui kegiatan preservasi. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kegiatan preservasi naskah kuno Babad Banten di Museum Sri Baduga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi preventif yang dilakukan pihak museum meliputi pembuatan kebijakan terkait penyimpanan dan perawatan naskah, penentuan anggaran preservasi, penyediaan alat keamanan, serta mengikutsertakan staf pada workshop dan seminar. Konservasi pasif meliputi pengaturan suhu dan kelembapan relatif, pemeliharaan kebersihan, pengaturan cahaya ruangan penyimpanan, dan survei kondisi fisik naskah. Konservasi aktif meliputi pembersihan naskah dan penyimpanan naskah dalam boks khusus dan kertas bebas asam. Kendala preservasi yang dihadapi pihak museum yaitu keterbatasan anggaran, sarana prasarana untuk perbaikan, serta kurangnya jumlah dan kompetensi sumber daya manusia. Kondisi fisik naskah Babad Banten yang rusak dapat diatasi dengan melakukan laminasi dan penjilidan ulang. Pihak museum harus lebih cekatan dalam berkomunikasi dengan mitra kerja sama agar tindakan restorasi pada naskah Babad Banten dapat segera dilaksanakan. Pemerintah provinsi perlu mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana prasarana preservasi yang memadai dan pengembangan sumber daya manusia, agar kegiatan preservasi di Museum Sri Baduga dapat terlaksana lebih optimal.
Copyrights © 2026