Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas pada lansia, dengan komplikasi yang sering muncul berupa depresi post-stroke (post-stroke depression/PSD) yang dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara keparahan stroke dengan depresi pada lansia post-stroke di wilayah kerja Puskesmas Minggir. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 51 responden yang dipilih secara purposive dari total 102 lansia post-stroke yang terdaftar dalam program Prolanis. Instrumen penelitian yang digunakan adalah National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) untuk mengukur keparahan stroke dan Geriatric Depression Scale (GDS-15) untuk menilai depresi. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami stroke kategori sedang (45,2%) dan depresi ringan–sedang (33,3%). Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan positif yang signifikan antara keparahan stroke dan depresi (ρ = 0,739; p < 0,01). Temuan ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara keparahan stroke dengan depresi pada lansia post-stroke.
Copyrights © 2026