Provinsi Lampung ialah produsen utama ikan air tawar, terutama ikan lele dan ikan patin. Menyelidiki seberapa banyak uang yang bisa dihasilkan serta seberapa berbahayanya budidaya ikan lele dan patin di Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, merupakan alasan utama penelitian ini. Dalam studi ini, peneliti melakukan survei terhadap empat puluh empat petani ikan patin dan empat puluh petani ikan lele. Analisis yang digunakan untuk menghitung risiko yaitu rumus coef varian (CV). Menurut studi, budidaya ikan lele menghasilkan rata-rata pendapatan atas biaya tunai Rp11.146.179/100m² dengan nilai R/C 3,59, sedangkan budidaya ikan patin menghasilkan rata-rata pendapatan atas biaya tunai Rp6.670.172/100m² dengan nilao R/C 1,64.
Copyrights © 2025