Perilaku dan kinerja karyawan di dalam sebuah organisasi banyak ditentukan oleh seberapa besar motivasi kerja yang mereka miliki. Berbagai kajian di ranah manajemen dan perilaku organisasi memperlihatkan keterkaitan antara tingkat motivasi dengan produktivitas, mutu hasil kerja, rasa keterikatan pada organisasi, hingga tercapainya sasaran perusahaan. Meski begitu, hasil-hasil penelitian mengenai apa saja yang mendorong motivasi serta bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja masih beragam dan belum seragam. Di samping itu, sejauh ini belum banyak upaya menyatukan temuan riset dari konteks organisasi di Indonesia maupun mancanegara ke dalam satu tinjauan yang utuh. Bertolak dari kesenjangan tersebut, artikel ini menyusun tinjauan sistematis atas sejumlah riset yang mengangkat keterkaitan motivasi kerja dengan kinerja karyawan dalam ranah manajemen dan organisasi. Pendekatan yang dipakai adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan menelaah pustaka-pustaka relevan seputar motivasi kerja, pemicu-pemicunya, dan dampaknya bagi kinerja karyawan. Telaah ini mendapati bahwa motivasi kerja berkorelasi positif dengan kinerja karyawan, dan unsur-unsur seperti penghargaan, jenjang karier, kondisi lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, serta keterlibatan karyawan terbukti mendorong naiknya motivasi. Sejumlah teori motivasi mulai dari Hierarki Kebutuhan Maslow, Dua Faktor Herzberg, Kebutuhan McClelland, Penetapan Tujuan, Keadilan, hingga Ekspektansi masih dipakai sebagai kerangka utama untuk menerangkan kaitan motivasi dan kinerja. Tinjauan ini melibatkan 25 artikel ilmiah terbitan 2015-2024. Temuannya menegaskan bahwa pengelolaan motivasi kerja yang tepat sasaran bisa menjadi strategi kunci bagi organisasi untuk mendongkrak kinerja karyawan sekaligus mencapai sasaran organisasi secara berkesinambungan.
Copyrights © 2026