Generasi Z tumbuh ditengah pesatnya perkembagangan teknologi dan digitalisasi yang membentuk pola pikir, perilaku, serta relasi sosial mereka. Tantangan sosial yang muncul diantaranya digital fatigue, fomo, anxiety dan krisis spiritual. Paparan konten yang berlebihan dan tumbuhnya budaya instant gratification mengakibatkan peningkatan stress, kecemasan dan depresi meningkat. Dalam konteks dakwah Islam era digital ini dituntut agar mampu menjawab kebutuhan mental generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan dakwah humanistik yang dipadukan dengan prinsip-prinsip stoikisme sebagai media untuk penguatan kesehatan mental bagi Generasi Z di era digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa Dakwah Humanistik, yang menekankan pada nilai empati, inklusivitas, dan pendekatan non-judgmental, mampu mengisi kekosongan spiritual yang sering kali terabaikan dalam pandangan umum mengenai kesehatan jiwa saat ini. Integrasi nilai-nilai islam seperti sabar, tawakkal, dan ridha jika dipadukan dengan konsep Stoikisme maka akan membangun kehidupan yang moderat, ketenangan batin, dan keseimbangan spiritual Generasi Z. Sehingga dakwah tidak lagi dipandang sebagai sekumpulan doktrin kaku, melainkan sebagai pijakan moral dan emosional yang relevan dalam menghadapi krisis kesehatan mental di era digital.
Copyrights © 2026