Akne vulgaris merupakan penyakit kulit inflamasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gangguan fungsi skin barrier. Pemilihan sabun wajah dengan pH yang sesuai dan hidrasi kulit yang optimal diduga berperan dalam menjaga kesehatan kulit serta memengaruhi kejadian akne. Studi ini bertujuan menggambarkan pH sabun wajah yang digunakan dan kadar hidrasi kulit wajah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dengan dan tanpa akne. Studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada Agustus–November 2024 terhadap 148 mahasiswa menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, pengukuran pH sabun wajah menggunakan pH meter, pengukuran hidrasi kulit menggunakan Skin Analyzer CR-302, serta penilaian derajat akne berdasarkan jumlah lesi. Sebanyak 71 (48%) responden mengalami akne vulgaris dan 77 (52%) tidak mengalami akne. Mayoritas penderita akne memiliki derajat ringan (77,5%). Sebagian besar responden menggunakan sabun wajah dengan pH asam (62,8%), mencuci wajah kurang dari tiga kali sehari (64%), serta menggunakan pelembap wajah (68,9%). Hidrasi kulit normal merupakan kondisi yang paling banyak ditemukan (32,4%), terutama pada responden tanpa akne dan akne ringan, sedangkan hidrasi sangat kering lebih banyak ditemukan pada akne sedang hingga berat. Mayoritas mahasiswa menggunakan sabun wajah dengan pH asam dan memiliki hidrasi kulit normal. Hidrasi kulit yang lebih rendah cenderung ditemukan pada subjek dengan derajat akne yang lebih berat. Pemilihan sabun wajah dengan pH mendekati fisiologis kulit serta pemeliharaan hidrasi kulit yang optimal berpotensi mendukung kesehatan skin barrier dan membantu pengelolaan akne vulgaris.
Copyrights © 2026