Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas melalui transfer elektron. Antioksidan dalam suatu tanaman didapatkan melalui hasil metabolit sekundernya. Batang brotowali merupakan salah satu jenis tanaman tradisional yang telah lazim dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai jamu dan telah terbukti dapat mencegah penyakit seperti diabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak metanol batang brotowali melalui skrining fitokimia, serta uji tingkat toksisitas dari batang brotowali dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Melalui penelitian ini, diketahui bahwa ekstrak mengandung hasil metabolit sekunder berupa Steroid, Terpenoid, Alkaloid, Betasianin, Kardioglikosida, Glikosida, Flavonoid, Saponin, Fenol. Kuinon, Tanin, dan Kumarin. Pada ada uji toksisitas didapatkan nilai LC50 sebesar 464.28 µg/mL, angka tersebut tergolong kedalam kategori kuat, menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antimitotik yang kuat.
Copyrights © 2026