Tarumanagara Medical Journal
Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL

Senyawa metabolit sekunder dan tingkat toksisitas ekstrak methanol batang Brotowali

Linginda Soebrata (Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)
Ni Made Swantari (Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)
Frans Ferdinal (Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)
Eny Yulianti (Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas melalui transfer elektron. Antioksidan dalam suatu tanaman didapatkan melalui hasil metabolit sekundernya. Batang brotowali merupakan salah satu jenis tanaman tradisional yang telah lazim dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai jamu dan telah terbukti dapat mencegah penyakit seperti diabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak metanol batang brotowali melalui skrining fitokimia, serta uji tingkat toksisitas dari batang brotowali dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Melalui penelitian ini, diketahui bahwa ekstrak mengandung hasil metabolit sekunder berupa Steroid, Terpenoid, Alkaloid, Betasianin, Kardioglikosida, Glikosida, Flavonoid, Saponin, Fenol. Kuinon, Tanin, dan Kumarin. Pada ada uji toksisitas didapatkan nilai LC50 sebesar 464.28 µg/mL, angka tersebut tergolong kedalam kategori kuat, menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antimitotik yang kuat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

tmj

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine ...