Frans Ferdinal
Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Senyawa metabolit sekunder dan tingkat toksisitas ekstrak methanol batang Brotowali Linginda Soebrata; Ni Made Swantari; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.35982

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas melalui transfer elektron. Antioksidan dalam suatu tanaman didapatkan melalui hasil metabolit sekundernya. Batang brotowali merupakan salah satu jenis tanaman tradisional yang telah lazim dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai jamu dan telah terbukti dapat mencegah penyakit seperti diabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak metanol batang brotowali melalui skrining fitokimia, serta uji tingkat toksisitas dari batang brotowali dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Melalui penelitian ini, diketahui bahwa ekstrak mengandung hasil metabolit sekunder berupa Steroid, Terpenoid, Alkaloid, Betasianin, Kardioglikosida, Glikosida, Flavonoid, Saponin, Fenol. Kuinon, Tanin, dan Kumarin. Pada ada uji toksisitas didapatkan nilai LC50 sebesar 464.28 µg/mL, angka tersebut tergolong kedalam kategori kuat, menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antimitotik yang kuat.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (NIGELLA SATIVA) METODE ABTS Mohammad Syawal Athallah Harun; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38188

Abstract

Reactive oxygen species (ROS) yang terakumulasi dalam jumlah berlebih memicu terjadinya stres oksidatif. Kondisi ini menyebabkan kerusakan tingkat seluler dan molekul di dalamnya, sehingga menimbulkan penyakit di berbagai sistem tubuh. Biji jintan hitam (Nigella sativa) telah lama digunakan dalam pengobatan alternatif karena kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil fitokimia dan mengetahui kapasitas antioksidan secara in vitro melalui kemampuan netralisir ekstrak terhadap senyawa radikal. Metode ABTS untuk uji kapasitas antioksidan dan uji fitokimia secara kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil skrining fitokimia menunjukan kehadiran senyawa aktif, seperti alkaloid, antosianin, kardio glikosida, flavonoid, kumarin, fenol, kuinon, saponin, terpenoid, dan tanin. Pengujian kapasitas antioksidan yang dikerjakan dengan menerapkan metode ABTS (2,2′-Azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) memperoleh nilai IC50 sebesar 67,02 µg/mL. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan biji jintan hitam tergolong kuat serta mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menunjukkan potensi terapeutik dalam bidang kesehatan.