Kemunculan dan meluasnya resistensi antibiotik merupakan tantangan kesehatan masyarakat global yang sangat serius. Penggunaan antibiotik, termasuk pemberiannya untuk infeksi non-bakteri dan pemilihan agen yang tidak sesuai, berkontribusi signifikan terhadap kondisi ini. World Health Organization (WHO) mengembangkan klasifikasi Access, Watch, Reserve (AWaRe) dalam mendorong penggunaan antimikroba yang rasional. Selain itu, metode Gyssens memberikan pendekatan sistematis untuk evaluasi kualitatif praktik pemberian resep antibiotik. Studi ini bertujuan untuk menilai penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta berdasarkan klasifikasi AWaRe dan mengevaluasi ketepatan penggunaannya menggunakan metode Gyssens. Studi retrospektif ini dilakukan menggunakan rekam medis pasien rawat inap rumah sakit tersebut dari Januari hingga Maret 2023. Analisis dilakukan terhadap 1314 kasus penggunaan antibiotik dari pasien rawat inap. Ketepatan dinilai menggunakan metode Gyssens, dan antibiotik diklasifikasikan sesuai dengan kriteria AWaRe WHO. Berdasarkan klasifikasi AWaRe WHO, penggunaan antibiotik didominasi oleh kategori Watch (91,5%), diikuti oleh Access (5,1%), Reserve (1,1%), Not Recommended (2,1%), dan Lainnya (0,2%). Sebanyak 385 resep (25,53%) dinilai tepat berdasarkan metode Gyssens. Sebagian besar antibiotik yang digunakan di Rumah Sakit Royal Taruma termasuk dalam kategori Watch. Temuan ini menekankan pentingnya untuk memperkuat program pengendalian antibiotik dan mendorong pemberian resep yang rasional pada pasien rawat inap.
Copyrights © 2026