Shirly Gunawan
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan Gyssens dan WHO AWaRe di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta: Studi retrospektif Eric Hartono; Shirly Gunawan; Luciana Mariana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.36062

Abstract

Kemunculan dan meluasnya resistensi antibiotik merupakan tantangan kesehatan masyarakat global yang sangat serius. Penggunaan antibiotik, termasuk pemberiannya untuk infeksi non-bakteri dan pemilihan agen yang tidak sesuai, berkontribusi signifikan terhadap kondisi ini. World Health Organization (WHO) mengembangkan klasifikasi Access, Watch, Reserve (AWaRe) dalam mendorong penggunaan antimikroba yang rasional. Selain itu, metode Gyssens memberikan pendekatan sistematis untuk evaluasi kualitatif praktik pemberian resep antibiotik. Studi ini bertujuan untuk menilai penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta berdasarkan klasifikasi AWaRe dan mengevaluasi ketepatan penggunaannya menggunakan metode Gyssens. Studi retrospektif ini dilakukan menggunakan rekam medis pasien rawat inap rumah sakit tersebut dari Januari hingga Maret 2023. Analisis dilakukan terhadap 1314 kasus penggunaan antibiotik dari pasien rawat inap. Ketepatan dinilai menggunakan metode Gyssens, dan antibiotik diklasifikasikan sesuai dengan kriteria AWaRe WHO. Berdasarkan klasifikasi AWaRe WHO, penggunaan antibiotik didominasi oleh kategori Watch (91,5%), diikuti oleh Access (5,1%), Reserve (1,1%), Not Recommended (2,1%), dan Lainnya (0,2%). Sebanyak 385 resep (25,53%) dinilai tepat berdasarkan metode Gyssens. Sebagian besar antibiotik yang digunakan di Rumah Sakit Royal Taruma termasuk dalam kategori Watch. Temuan ini menekankan pentingnya untuk memperkuat program pengendalian antibiotik dan mendorong pemberian resep yang rasional pada pasien rawat inap.
EKSPLORASI KANDUNGAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA LAWANG (ILLICIUM VERUM) Muhammad Novtyan Putra Ramadhan; Shirly Gunawan; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36990

Abstract

Beberapa tumbuhan memiliki potensi efek antioksidan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan stres oksidatif. Antioksidan eksogen dapat diperoleh dari sumber alami, salah satunya tanaman herbal seperti bunga lawang (Illicium verum). Tanaman ini banyak tumbuh di pegunungan Maluku dan telah lama dipakai dalam pengobatan tradisional misalnya sebagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, serta tingkat toksisitas bunga lawang. Ekstrak bunga diperoleh melalui metode maserasi dengan menggunakan pelarut metanol. Pengujian fitokimia dilakukan dengan pendekatan semikualitatif. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl), ABTS (2,2’-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid), dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Pengujian fitokimia didapatkan hasil ekstrak bunga lawang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, kumarin, kuinon, antosianin, betasianin, glikosida, kardioglikosida, steroid, terpenoid, dan tanin. Pada pengujian kapasitas antioksidan ekstrak bunga lawang dengan metode DPPH didapatkan IC50 = 206,918 µg/mL, dengan metode ABTS didapatkan IC50 = 16,135 µg/mL, dengan metode FRAP didapatkan IC50 = 23,711 µg/mL. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak bunga lawang sebagai antioksidan yang kuat.