Salah satu masalah utama mahasiswa kedokteran ialah tingginya tingkat stres yang dialami. Mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai tekanan atau situasi kompleks yang muncul akibat beragam faktor, seperti kurikulum yang luas, banyaknya tuntutan akademik yang harus dipenuhi, serta ujian yang beragam dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Stres tersebut menjadi salah satu faktor umum yang dapat menurunkan kualitas tidur mahasiswa kedokteran. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan stres psikis dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik dan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 319 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 dan 2023 dengan teknik pengambilan non-random sampling. Studi ini menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS) untuk menilai stres psikis dan Pitssburg Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dalam satu bulan terakhir. Sebagian besar responden tergolong memiliki tingkat stres sedang (259 responden; 81,2%) dan kualitas tidur yang buruk (188 responden; 58,9%). Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value < 0.001 (p < 0.05), artinya secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara stres psikis dengan kualitas tidur. Nilai asosiasi epidemiologi juga memperlihatkan makin tinggi tingkat stres yang dialami, maka makin buruk kualitas tidur yang dimiliki mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 dan 2023.
Copyrights © 2026