Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh tingkat stress psikis terhadap kualitas tidur mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Intan Ayu Risqika; Alya Dwiana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.36162

Abstract

Salah satu masalah utama mahasiswa kedokteran ialah tingginya tingkat stres yang dialami. Mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai tekanan atau situasi kompleks yang muncul akibat beragam faktor, seperti kurikulum yang luas, banyaknya tuntutan akademik yang harus dipenuhi, serta ujian yang beragam dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Stres tersebut menjadi salah satu faktor umum yang dapat menurunkan kualitas tidur mahasiswa kedokteran. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan stres psikis dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik dan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 319 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 dan 2023 dengan teknik pengambilan non-random sampling. Studi ini menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS) untuk menilai stres psikis dan Pitssburg Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dalam satu bulan terakhir. Sebagian besar responden tergolong memiliki tingkat stres sedang (259 responden; 81,2%) dan kualitas tidur yang buruk (188 responden; 58,9%). Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value < 0.001 (p < 0.05), artinya secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara stres psikis dengan kualitas tidur. Nilai asosiasi epidemiologi juga memperlihatkan makin tinggi tingkat stres yang dialami, maka makin buruk kualitas tidur yang dimiliki mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 dan 2023.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2023 Jennifer Hung; Alya Dwiana
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38049

Abstract

Secara global, pada tahun 2020 didapatkan sebanyak 31.3% dewasa yang kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan prevalensi inaktif dalam melakukan aktivitas fisik, terutama perempuan memiliki tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah daripada laki-laki. Hal ini dapat disebabkan berbagai faktor salah satunya kemajuan teknologi yang semakin canggih. Rendahnya tingkat aktivitas fisik tiap individu dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Adanya perbedaan fisiologis, psikologis, dukungan keluarga, serta sosial budaya antara laki-laki dan perempuan dapat memengaruhi seseorang dalam melakukan aktivitas fisik secara aktif dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dan aktivitas fisik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik desain potong lintang yang menggunakan kuesioner IPAQ-SF (International Physical Activity Questionnaire – Short Form) sebagai alat ukur. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dan data dianalisis menggunakan uji chi-square. Total responden yang telah bersedia dan memenuhi kriteria inklusi pada penelitian ini adalah 186 mahasiswa. Hasil penelitian menujukkan mayoritas responden yang berjenis laki-laki memiliki tingkat aktivitas tinggi (22 responden, 11.9%), sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (75 responden, 40.3%). Setelah dilakukan analisis data, terdapat hubungan yang signifikan secara statisik antara jenis kelamin dan aktivitas fisik dengan nilai p 0.02 (p<0.05).