HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok remaja yang termasuk populasi rentan. Pengetahuan yang memadai mengenai HIV/AIDS merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan penularan. Namun, informasi terkait HIV/AIDS di lingkungan pesantren masih relatif terbatas. Studi ini bertujuan mengetahui efektivitas penyuluhan HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Manahijussadat Banten. Studi analitik observasional dengan desain quasi-experimental ini menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Studi dilakukan terhadap 80 santri kelas 2 SMA yang dipilih dengan teknik consecutive non-random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan HIV/AIDS yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Intervensi berupa penyuluhan HIV/AIDS menggunakan media slide, diskusi, dan tanya jawab. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebelum penyuluhan, sebanyak 54 (67,5%) santri memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 26 (32,5%) santri memiliki tingkat pengetahuan baik. Setelah penyuluhan, jumlah santri dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 74 (92,5%) orang, sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang menurun menjadi 6 (7,5%) orang. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 72 menjadi 87 atau mengalami peningkatan sebesar 15 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara nilai sebelum dan sesudah penyuluhan (p<0,001). Penyuluhan HIV/AIDS efektif meningkatkan tingkat pengetahuan santri di Pondok Pesantren Manahijussadat Banten. Edukasi kesehatan secara langsung dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026