Sari Mariyati Dewi Nataprawira
Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran CD4+ dan viral load berdasarkan terapi antiretroviral di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Clarissa Hartawan; Sari Mariyati Dewi Nataprawira; Teguh Sarry Hartono
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.36199

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius. Virus ini merusak sel CD4+ dalam sistem imunitas. Antiretroviral (ARV) merupakan pengobatan utama untuk menekan replikasi virus. Keberhasilan terapi dipantau melalui pemeriksaan jumlah CD4+ dan viral load (VL). Regimen ARV pilihan yang saat ini digunakan ialah Tenofovir, Lamivudine, Dolutegravir (TLD) yang memiliki efek samping minimal. Studi ini bertujuan mengetahui gambaran jumlah CD4+ dan viral load pada orang hidup dengan HIV (ODHIV) yang menjalani terapi ARV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode 2020–2024. Studi deskriptif potong-lintang ini dilakukan pada 93 subjek dengan menggunakan data sekunder rekam medis.  Hasil studi  didapatkan peningkatan nilai median dari jumlah CD4 setelah terapi (246 sel/mm3) dibandingkan sebelum terapi (57 sel/mm3). Pada kelompok anak 0–10 tahun, kenaikan median jumlah CD4 paling tinggi pada subjek yang menggunakan regimen ABC(120)/3TC(60)+DTG(10), yaitu 1.494 sel/mm3, sedangkan kenaikan  median jumlah CD4 tertinggi di kelompok remaja dan dewasa pada pengguna regimen TDF(300)/3TC(300)/DTG(50)+DTG(50), yaitu 473 sel/mm3. Hasil pemeriksaan viral load pada mayoritas subjek setelah terapi ialah tersupresi. Namun, semua pengguna regimen ABC(120)/3TC(60)+LPV/r(200/50) di kelompok anak 0-10 tahun serta 2 subjek pengguna regimen TDF(300)/3TC(300)/DTG(50) dan 3 subjek pengguna regimen TDF(300)/3TC(300)/EFV(600) pada kelompok remaja-dewasa mengalami viral load yang tidak tersupresi. Hasil dari pemeriksaan CD4 dan viral load bervariasi, namun cenderung meningkat pada jumlah CD4 dan tersupresi pada jumlah viral load. Variasi hasil pada setiap subjek studi ini dikarenakan adanya faktor-faktor lain seperti kepatuhan berobat, dukungan sosio-ekonomi, resistensi obat, dan faktor lainnya.
Efektivitas penyuluhan HIV/AIDS terhadap pengetahuan santri di Pondok Pesantren Manahijussadat Banten Putri Jayanti; Sari Mariyati Dewi Nataprawira
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37841

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok remaja yang termasuk populasi rentan. Pengetahuan yang memadai mengenai HIV/AIDS merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan penularan. Namun, informasi terkait HIV/AIDS di lingkungan pesantren masih relatif terbatas. Studi ini bertujuan mengetahui efektivitas penyuluhan HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Manahijussadat Banten. Studi analitik observasional dengan desain quasi-experimental ini menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Studi dilakukan terhadap 80 santri kelas 2 SMA yang dipilih dengan teknik consecutive non-random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan HIV/AIDS yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Intervensi berupa penyuluhan HIV/AIDS menggunakan media slide, diskusi, dan tanya jawab. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebelum penyuluhan, sebanyak 54 (67,5%) santri memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 26 (32,5%) santri memiliki tingkat pengetahuan baik. Setelah penyuluhan, jumlah santri dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 74 (92,5%) orang, sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang menurun menjadi 6 (7,5%) orang. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 72 menjadi 87 atau mengalami peningkatan sebesar 15 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara nilai sebelum dan sesudah penyuluhan (p<0,001). Penyuluhan HIV/AIDS efektif meningkatkan tingkat pengetahuan santri di Pondok Pesantren Manahijussadat Banten. Edukasi kesehatan secara langsung dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja di lingkungan pesantren.