Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) menurut Hamdani Bakran Adz-Dzakiey serta menganalisis implikasinya dalam Pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis terhadap karya-karya Hamdani Bakran Adz-Dzakiey dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prophetic Intelligence diperoleh melalui proses pembelajaran ketuhanan yang berlandaskan ilmu tauhid, ilmu tasawuf, Al-Qur'an, dan Sunah Nabi Muhammad saw., disertai pengamalan secara konsisten hingga terbentuk keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah. Kecerdasan ini dipahami sebagai kemampuan ruhani yang mendapat bimbingan Allah Swt. sehingga memengaruhi nurani, akal, jiwa, perilaku, serta tindakan manusia secara menyeluruh. Dalam perspektif Pendidikan Islam, Prophetic Intelligence membentuk perilaku individu pada ranah kognitif melalui penguasaan ilmu tauhid, tasawuf, dan filsafat Islam; ranah afektif melalui internalisasi nilai-nilai shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah; serta ranah psikomotorik melalui pembiasaan ibadah seperti salat, zikir, doa, dan membaca Al-Qur'an. Penelitian ini juga mengidentifikasi tiga tingkatan kualitas jiwa manusia, yaitu jiwa hewani, jiwa insani, dan jiwa Rabbani, yang menjadi landasan pembinaan spiritual dalam Pendidikan Islam. Dengan demikian, Prophetic Intelligence merupakan konsep pendidikan yang menekankan integrasi kecerdasan spiritual, moral, dan intelektual untuk membentuk manusia berkepribadian rabbani.
Copyrights © 2026