Radiansyah Radiansyah
UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz Dzakiey dalam Pendidikan Islam Radiansyah Radiansyah
Mandalika Journal of Community Services Vol. 3 No. 1 (2026): Mandalika Journal of Community Services (In-Press)
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v3i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) menurut Hamdani Bakran Adz-Dzakiey serta menganalisis implikasinya dalam Pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis terhadap karya-karya Hamdani Bakran Adz-Dzakiey dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prophetic Intelligence diperoleh melalui proses pembelajaran ketuhanan yang berlandaskan ilmu tauhid, ilmu tasawuf, Al-Qur'an, dan Sunah Nabi Muhammad saw., disertai pengamalan secara konsisten hingga terbentuk keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah. Kecerdasan ini dipahami sebagai kemampuan ruhani yang mendapat bimbingan Allah Swt. sehingga memengaruhi nurani, akal, jiwa, perilaku, serta tindakan manusia secara menyeluruh. Dalam perspektif Pendidikan Islam, Prophetic Intelligence membentuk perilaku individu pada ranah kognitif melalui penguasaan ilmu tauhid, tasawuf, dan filsafat Islam; ranah afektif melalui internalisasi nilai-nilai shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah; serta ranah psikomotorik melalui pembiasaan ibadah seperti salat, zikir, doa, dan membaca Al-Qur'an. Penelitian ini juga mengidentifikasi tiga tingkatan kualitas jiwa manusia, yaitu jiwa hewani, jiwa insani, dan jiwa Rabbani, yang menjadi landasan pembinaan spiritual dalam Pendidikan Islam. Dengan demikian, Prophetic Intelligence merupakan konsep pendidikan yang menekankan integrasi kecerdasan spiritual, moral, dan intelektual untuk membentuk manusia berkepribadian rabbani.
Ilmu Tauhid Dasar Prophetic Intelligence Radiansyah Radiansyah
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i3.2984

Abstract

Kebutuhan revitalisasi nilai-nilai ketauhidan dalam proses pendidikan karakter dan pemberdayaan sosial yang saat ini cenderung tereduksi oleh orientasi materialistik dan pragmatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hubungan antara ilmu tauhid sebagai dasar spiritual dan prophetic intelligence sebagai kerangka pengembangan kecerdasan profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang bersumber dari literatur keislaman klasik dan kontemporer, khususnya karya-karya yang menekankan hubungan antara tauhid, tasawuf, dan pengembangan kepribadian profetik. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menemukan pola konseptual integrasi antara dimensi keimanan (dzat, sifat, asma’, dan af’al Allah) dengan praktik akhlak tasawuf (takhalli, tahalli, dan tajalli) dalam membentuk kecerdasan kenabian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan ilmu tauhid secara aplikatif berkontribusi signifikan terhadap pembentukan kesadaran spiritual, akhlak mulia, dan keteladanan sosial yang menjadi dasar pendidikan profetik. Simpulannya, ilmu tauhid berperan tidak hanya sebagai dasar teologis, tetapi juga sebagai model pendidikan transformatif yang menumbuhkan prophetic intelligence untuk memperkuat keimanan, moralitas, dan pengabdian masyarakat di era modern.
Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey Radiansyah Radiansyah
Mandalika Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): Mandalika Journal of Community Services
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v2i1.130

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini; Pertama, bagaimana Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey? dan bagaimana hasil studi analisis Psikologi Pendidikan Islam dari Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Metode penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan (buku). Untuk mengkaji secara mendalam pemikiran Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, maka diperlukan data-data yang bersumber dari karangannya sendiri dan beberapa ulasan dari para tokoh tentang pemikirannya dan menganalisisnya dengan Psikologi Pendidikan Islam. Temuan peneliti dalam kajian Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, dalam proses pembelajaran ketuhanan yang bermuara pada ilmu tauhid, tasawuf, ma’rifatullah, keimanan, ketaatan, dan ketakwaan kepada Allah Swt. inilah menurut Hamdani yang merupakan tanda dari hadirnya ruhani yang sehat. Dari sinilah kemudian akan lahir potensi dan kecerdasan kenabian yang akan mengkoordinasi kerja jiwa, qalbu/hati, akal pikiran, indera, jasad, dan perilaku. Dalam konteks ini Allah juga yang membimbing, mengajar, dan memahami secara langsung ke dalam hati yang paling dalam (nurani), mendorong dan menggerakkan eksistensi diri hamba-Nya. Dengan demikian secara otomatis, permasalahan dan persoalan hidup yang dihadapi dapat dipecahkan dan memperoleh solusi yang mudah dan tepat. Itulah kecerdasan yang dimiliki oleh para Nabi, Rasul dan Aulia-Nya. Hasil studi analisis Psikologi Pendidikan Islam dari Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Pertama, menggambarkan jiwa manusia punya tiga tingkatan kualitas, yakni: Jiwa hewani, jiwa insani, dan jiwa rabbani. Kedua, konstruksi dari prophetic intelligence sangat kental dengan nuansa corak tauhid, tasawuf dan filsafat Islam. Ketiga, tentang Intelligence dalam Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Semua intelligence yang dikemukakan para ahli psikologi sudah dimiliki dan diterapkan oleh Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan dan perjuangannya dalam menegakkan agama Islam. Saran peneliti, Prophetic Intelligence baru lebih bermakna apabila diikuti oleh kerja para praktisi psikologi untuk menggunakan prophetic intelligence sebagai model psikologi pendidikan Islam yang diterapkan di lapangan.