Penelitian ini menganalisis performa sistem pengering ikan berbasis pemanfaatan panas buang kondensor mesin es balok melalui metode waste heat recovery tanpa pemanas tambahan eksternal. Metode penelitian menggunakan eksperimen kuantitatif dengan membandingkan sistem pengering berbasis panas kondensor dan pengeringan konvensional menggunakan sinar matahari langsung. Analisis penelitian difokuskan pada karakteristik termal, penurunan kadar air, performa pengeringan, dan konsumsi energi sistem. Sistem pengering berbasis panas kondensor menghasilkan kondisi pengeringan yang lebih stabil dengan temperatur berkisar antara 31,17-40,87°C dan relative humidity menurun dari 100% menjadi 57%. Massa ikan menurun dari 1000 gram menjadi 413 gram yang menunjukkan terjadinya evaporasi air secara kontinu selama proses pengeringan. Sistem menghasilkan nilai rata-rata Specific Energy Consumption (SEC) sebesar 9,40 kWh/kg dan Specific Moisture Extraction Rate (SMER) sebesar 0,10 kg/kWh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panas buang kondensor berpotensi digunakan sebagai sumber energi alternatif pada proses pengeringan ikan yang lebih stabil, terkontrol, dan tidak bergantung secara langsung terhadap kondisi cuaca. Namun, optimasi lebih lanjut terhadap performa kondensor dan kapasitas sistem refrigerasi masih diperlukan untuk meningkatkan performa perpindahan panas dan efisiensi energi sistem pengering.
Copyrights © 2026