Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan manajemen jangka panjang, termasuk pengobatan dan perubahan gaya hidup. Peran petugas farmasi dalam memberikan kebutuhan pasien hipertensi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pasien hipertensi terhadap kinerja petugas akan pelayanan kefarmasian yang meliputi kualitas kerja, inisiatif, ketepatan waktu, kemampuan, dan komunikasi. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional-analitik rancangan cross sectional, jumlah responden 166 pasien hipertensi di Puskesmas Kalidoni Palembang. Data dianalisis dengan uji korelasi rank spearman dilanjutkan dengan regresi logistik. Hasilnya menunjukkan bahwa kebutuhan pasien berhubungan secara bermakna dengan kinerja petugas (Sig. < 0,05). Kualitas kerja memiliki nilai OR 4,407, inisiatif OR 5,632, ketepatan waktu OR 4,162, kemampuan OR 3,449, dan komunikasi OR 3,714. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kebutuhan pasien berhubungan secara bermakna terhadap kinerja petugas akan pelayanan kefarmasian. Kebutuhan pasien terhadap kinerja petugas yang paling dominan adalah inisiatif dari petugas farmasi.
Copyrights © 2026