Jurnal Farmasi Komunitas
Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS

Studi Penggunaan Profilaksis Stress Ulcer pada Pasien Bedah Digestif (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya)

Nadilah Sobrina Zakiroh (Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Indonesia)
Budi Suprapti (Departemen Farmasi Praktis, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Indonesia
Instalasi Farmasi, Rumah Sakit Universitas Airlangga)

Indira Dhany Kharismawati M. (Instalasi Farmasi, Rumah Sakit Universitas Airlangga, Indonesia)
Ismu Nugroho (Divisi Bedah Digestif, Rumah Sakit Universitas Airlangga, Indonesia)
M. A. Milawati Baay (Program Studi Magister Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Pasien bedah digestif umumnya rentan mengalami stress ulcer. Pemantauan penggunaan profilaksis stress ulcer sangat penting karena pemberian yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko perdarahan berat dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis obat, dosis, frekuensi, dan durasi terapi profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif. Penelitian ini merupakan studi observasional menggunakan data retrospektif. Sampel penelitian semua rekam medik pasienĀ  yang menjalani bedah digestif dengan diagnosis kolelitiasis, apendisitis, kanker kolorektal, hernia, atau hemoroid pada periode Oktober 2024 hingga Maret 2025 di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Hasil penelitian dari 81 pasien bedah digestif menunjukkan bahwa agen profilaksis stress ulcer yang digunakan meliputi penghambat pompa proton (PPI) yaitu omeprazol, pantoprazol, dan lansoprazol; antagonis reseptor H2 (ranitidin); serta sukralfat. Regimen yang paling sering digunakan adalah omeprazol 2 x 40 mg intravena. Durasi penggunaan profilaksis stress ulcer yang 1-10 hari. Terapi diberikan baik sebagai monoterapi maupun kombinasi. Monoterapi PPI merupakan regimen yang paling banyak digunakan, sedangkan kombinasi yang paling sering dijumpai adalah PPI dengan sukralfat. Sebagian besar pasien melanjutkan regimen awal tanpa perubahan, meskipun pada beberapa kasus terjadi peralihan rute pemberian dari intravena ke oral seiring dengan perbaikan kondisi klinis pasien. Ditemukan ketidaksesuaian dosis dengan yang rekomendasikan pada penggunaan PPI dan sukralfat, yaitu lebih besar dari dosis rekomendasi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JFK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. ...