Pasar kerja Indonesia pada tahun 2025 menghadapi tantangan yang berat. Badan Pusat Statistik mencatat 7,46 juta orang menganggur dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,85 persen, sementara penganggur berpendidikan sarjana mencapai 1,01 juta orang pada Februari 2025. Di tengah kondisi tersebut, hasil Tracer Study 2025 Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Lampung menunjukkan baru 33,33 persen lulusan bekerja sesuai bidang studinya, masih jauh di bawah target Universitas Lampung sebesar 60 persen. Studi ini bertujuan menguji apakah penyajian data tracer study dapat menjadi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesiapan karir mahasiswa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif Pre-Test dan Post-Test dengan tiga pertanyaan inti untuk mengukur perubahan pemahaman mahasiswa mengenai realita dunia kerja, kejelasan pilihan karir, dan kebutuhan kompetensi. Hasilnya menunjukkan perubahan persepsi yang nyata: kesadaran terhadap realita pasar kerja meningkat dari tingkat sedang menjadi tinggi, kejelasan pilihan karir berkembang dari ragu-ragu menjadi terarah, dan pemahaman terhadap kesenjangan kompetensi naik dari rendah menjadi pemahaman yang siap ditindaklanjuti. Lima strategi untuk menutup kesenjangan tersebut seperti program magang, sertifikasi bahasa asing, literasi digital, keterlibatan dalam organisasi, dan penyusunan portofolio, diidentifikasi sebagai langkah intervensi yang penting. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa data tracer study tidak hanya berguna untuk keperluan akreditasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki lima sektor karir utama, yaitu pemerintahan, organisasi internasional, perusahaan swasta, akademik/riset, serta industri kreatif/digital. Implikasi penelitian ini mencakup pentingnya mengintegrasikan temuan tracer study ke dalam perancangan kurikulum dan menyediakan jalur kesiapan karir yang terstruktur untuk meningkatkan daya saing lulusan.
Copyrights © 2026