Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular aterosklerotik (Atherosclerotic Cardiovascular Disease/ASCVD) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Aktivitas fisik dan profil lipid merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi, namun bukti mengenai hubungannya dengan kategori risiko ASCVD pada pasien rawat jalan di Indonesia masih terbatas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan profil lipid (HDL dan LDL) dengan kategori risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik berdasarkan ASCVD Risk Score pada pasien rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 70 pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan kadar HDL dan LDL diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium. Risiko penyakit kardiovaskular dinilai menggunakan ASCVD Risk Score dan dikategorikan menjadi risiko rendah, borderline, sedang, dan tinggi. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ordinal dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa aktivitas fisik berhubungan negatif secara bermakna dengan kategori risiko ASCVD (r = –0,465; p < 0,001), demikian pula kadar HDL (r = –0,317; p = 0,007). Sebaliknya, kadar LDL tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kategori risiko ASCVD (r = 0,143; p = 0,236). Hasil analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan kadar HDL tetap berhubungan secara signifikan terhadap kategori risiko ASCVD, sedangkan kadar LDL tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Aktivitas fisik dan kadar HDL merupakan faktor yang berhubungan dengan kategori risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik berdasarkan ASCVD Risk Score pada pasien rawat jalan. Peningkatan aktivitas fisik dan optimalisasi kadar HDL perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan primer penyakit kardiovaskular di fasilitas pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026