p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Subtipe Histopatologis Adenokarsinoma Kolorektal Berdasarkan WHO : Implikasi Terhadap Prognosis Nana Liana; Yessy Setiawati; Ruhsyahadati; Rahma Triyana; Roland Helmizar
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.209

Abstract

Adenokarsinoma kolorektal merupakan tipe histologis paling umum dari kanker kolorektal yang menunjukkan heterogenitas morfologis dan biologis yang tinggi. Variasi ini memengaruhi tidak hanya pola penyebaran dan respons terhadap terapi, tetapi juga prognosis pasien secara keseluruhan. Klasifikasi histopatologi yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) memberikan pedoman sistematis dalam membedakan berbagai subtipe adenokarsinoma kolorektal, seperti adenokarsinoma konvensional, mucinous, signet-ring cell, dan medullary carcinoma. Subtipe-subtipe ini diketahui memiliki perbedaan signifikan dalam perilaku klinis dan sensitivitas terhadap pengobatan. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan klasifikasi WHO sangat penting untuk meningkatkan akurasi diagnosis, perencanaan terapi yang tepat sasaran, serta prediksi prognosis yang lebih akurat. Tujuan penulisan ini adalah untuk menyoroti pentingnya klasifikasi histopatologi WHO dalam menunjang pengambilan keputusan klinis terkait terapi dan prognosis pasien dengan adenokarsinoma kolorektal.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Profil Lipid dengan Kategori Risiko Penyakit Kardiovaskular Aterosklerotik Berdasarkan ASCVD Risk Score Bun Yurizali; Nurmaines Adhyka; Muhammad Reyhan Febrian; Nana Liana
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.362

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular aterosklerotik (Atherosclerotic Cardiovascular Disease/ASCVD) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Aktivitas fisik dan profil lipid merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi, namun bukti mengenai hubungannya dengan kategori risiko ASCVD pada pasien rawat jalan di Indonesia masih terbatas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan profil lipid (HDL dan LDL) dengan kategori risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik berdasarkan ASCVD Risk Score pada pasien rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 70 pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan kadar HDL dan LDL diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium. Risiko penyakit kardiovaskular dinilai menggunakan ASCVD Risk Score dan dikategorikan menjadi risiko rendah, borderline, sedang, dan tinggi. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ordinal dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa aktivitas fisik berhubungan negatif secara bermakna dengan kategori risiko ASCVD (r = –0,465; p < 0,001), demikian pula kadar HDL (r = –0,317; p = 0,007). Sebaliknya, kadar LDL tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kategori risiko ASCVD (r = 0,143; p = 0,236). Hasil analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan kadar HDL tetap berhubungan secara signifikan terhadap kategori risiko ASCVD, sedangkan kadar LDL tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Aktivitas fisik dan kadar HDL merupakan faktor yang berhubungan dengan kategori risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik berdasarkan ASCVD Risk Score pada pasien rawat jalan. Peningkatan aktivitas fisik dan optimalisasi kadar HDL perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan primer penyakit kardiovaskular di fasilitas pelayanan kesehatan.