Penelitian ini menganalisis bagaimana kampanye Kick Big Soda Out (KBSO) membangun makna, simbol, dan mitos baru terkait hubungan antara industri minuman berpemanis (Big Soda) dan olahraga global menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengkaji simbol visual dan narasi kampanye yang bertujuan mendekonstruksi dominasi sponsorship Coca-Cola dalam sepak bola dunia. Objek analisis meliputi simbol kick, kartu merah, kaleng soda, stadion, representasi anak-anak, serta narasi "Kick Big Soda Out" dan "Protect Children's Health". Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye secara sistematis membongkar mitos lama yang mengkonstruksi minuman bersoda sebagai bagian alami dari perayaan olahraga, sekaligus membangun mitos baru yang memposisikan Big Soda sebagai ancaman kesehatan publik yang tidak layak menjadi sponsor olahraga. Kampanye ini menggunakan strategi sportswashing reversal dengan memanfaatkan simbol-simbol sepak bola yang sarat makna, yaitu kartu merah sebagai hukuman, tendangan sebagai penolakan, dan stadion sebagai ruang sakral yang perlu dilindungi. Dekonstruksi ini menggeser citra sponsorship dari praktik komersial yang sah menjadi bentuk tanggung jawab korporasi terhadap krisis kesehatan global.
Copyrights © 2026