Penelitian ini difokuskan pada analisis struktur motifem dalam beberapa cerita rakyat Indonesia, yaitu Legenda Batu Menangis, Legenda Kebo Iwa, Asal Usul Gunung Batur, dan Si Kelingking dengan memanfaatkan pendekatan strukturalisme yang dikembangkan oleh Alan Dundes. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kualitatif karena bertujuan memahami serta menguraikan unsur-unsur pembangun cerita secara mendalam. Data penelitian berupa unsur motifem yang diperoleh melalui kegiatan membaca secara intensif serta pencatatan terhadap bagian-bagian cerita yang dianggap memiliki fungsi struktural penting. Selanjutnya, data tersebut dianalisis berdasarkan teori motifem Alan Dundes untuk menemukan pola-pola naratif yang membangun alur cerita. Hasil penelitian memperlihatkan adanya variasi pola motifem pada setiap cerita rakyat yang dianalisis. Pola yang ditemukan meliputi susunan empat motifem, yaitu lack (L), violation (V), consequence (C), dan attempted escape from consequence (AE), serta pola enam motifem yang terdiri atas lack (L), lack liquidated (LL), interdiction (I), violation (V), consequence (C), dan attempted escape from consequence (AE). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa cerita rakyat memiliki struktur yang tersusun secara teratur dan tidak hadir secara acak. Selain menunjukkan pola naratif tertentu, cerita rakyat juga mencerminkan berbagai nilai kehidupan, seperti ajaran moral, norma sosial, serta pandangan budaya yang berkembang dalam masyarakat pendukungnya.
Copyrights © 2026