Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan perubahan signifikan dalam dunia sastra, khususnya melalui kemampuan sistem generatif seperti ChatGPT dalam menghasilkan puisi yang menyerupai karya penyair manusia. Fenomena ini memunculkan perdebatan mengenai kreativitas, kepengarangan, dan kualitas estetik karya sastra yang dihasilkan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik stilistika puisi berbahasa Indonesia hasil ChatGPT dan karya penyair manusia, mengidentifikasi persamaan serta perbedaan unsur estetik keduanya, dan menjelaskan sejauh mana kecerdasan buatan mampu merepresentasikan kreativitas puitik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dengan metode analisis isi, analisis wacana, dan analisis interpretatif. Data penelitian berupa puisi berbahasa Indonesia yang dihasilkan ChatGPT dan puisi karya penyair manusia yang memiliki kesamaan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi hasil ChatGPT memiliki keunggulan pada keteraturan struktur, koherensi bahasa, dan kemudahan pemahaman makna, sedangkan puisi karya manusia lebih menonjol pada aspek orisinalitas diksi, kedalaman emosi, kompleksitas simbolik, dan pengalaman eksistensial. Meskipun kecerdasan buatan mampu mereproduksi pola-pola kepuitisan, kreativitas yang dihasilkan masih bersifat komputasional dan berbeda dari kreativitas manusia yang berakar pada pengalaman hidup. Penelitian ini menghasilkan konsep kepuitisan hibrida yang menempatkan kecerdasan buatan dan manusia sebagai mitra kreatif dalam perkembangan sastra digital kontemporer.
Copyrights © 2026