Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian lagu daerah sebagai warisan budaya yang mengandung berbagai simbol dan nilai kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolisme dalam kumpulan lagu daerah Sarolangun yang terdiri atas lagu Jembatan Beatrix, Dagang Manumpang, Sarolangun, Sarolangun Dusun Batuah, dan Balumbo Biduk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian berupa kata, frasa, dan bait yang mengandung simbolisme dalam lirik lagu daerah Sarolangun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam lagu daerah Sarolangun merepresentasikan nilai sejarah, budaya, sosial, dan pandangan hidup masyarakat. Simbol-simbol tersebut mengandung makna tentang perjuangan, identitas daerah, hubungan manusia dengan alam, pelestarian adat istiadat, serta kebanggaan terhadap daerah Sarolangun. Selain berfungsi sebagai hiburan, lagu daerah Sarolangun juga berperan sebagai media pelestarian budaya dan penyampaian nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus.
Copyrights © 2026