Abstrak Anemia pada wanita usia subur (WUS), terutama pada kelompok usia awal, tetap menjadi isu yang cukup penting dalam permasalahan kesehatan masyarakat yang berisiko pada penurunan produktivitas dan kualitas kesehatan reproduksi di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada WUS yang ada di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur (Nongkojajar), Kabupaten Pasuruan, yang membutuhkan penguatan pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Pemilihan lokasi didasarkan pada relevansi masalah anemia dengan upaya pencegahan stunting, karena anemia pada perempuan sebelum dan selama kehamilan berkaitan dengan risiko stunting pada anak, sementara percepatan penurunan stunting masih menjadi prioritas kesehatan di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kadar hemoglobin WUS melalui adanya edukasi kesehatan, suplementasi tablet tambah darah, dan pendampingan berkala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 wanita usia subur. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan kader, pendataan peserta, pemeriksaan kadar hemoglobin awal, pre-test, edukasi kesehatan tentang anemia, pemberian tablet tambah darah, post-test, monitoring kadar hemoglobin tiga bulan setelah intervensi, dan pendampingan konsumsi tablet tambah darah hingga bulan keenam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 55 menjadi 87, atau meningkat sejauh 32 poin. Rata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 10,8 g/dL sebelum intervensi menjadi 12,5 g/dL setelah tiga bulan intervensi, atau meningkat 1,7 g/dL. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan, suplementasi tablet tambah darah, dan pendampingan berkala dapat mendukung peningkatan pengetahuan serta perbaikan kadar hemoglobin pada wanita usia subur. Kata kunci: anemia; edukasi kesehatan; hemoglobin; tablet tambah darah; wanita usia subur. AbstractAnemia among women of reproductive age, particularly in the early reproductive age group, remains an important public health issue because it may reduce productivity and affect future reproductive health. This community service activity was conducted among women of reproductive age in Wonosari Village, Tutur District (Nongkojajar), Pasuruan Regency. The location was selected because anemia prevention is relevant to stunting prevention, while stunting reduction remains a health priority in Pasuruan Regency. This activity aimed to improve knowledge and hemoglobin levels through health education, iron tablet supplementation, and periodic assistance. A total of 30 women of reproductive age participated in this activity. The implementation included coordination with health cadres, participant registration, baseline hemoglobin examination, pre-test, anemia health education, iron tablet distribution, post-test, hemoglobin monitoring three months after the intervention, and assistance in iron tablet consumption until the sixth month. The results showed that the mean knowledge score increased from 55 to 87, with an improvement of 32 points. The mean hemoglobin level also increased from 10.8 g/dL before the intervention to 12.5 g/dL after three months, with an improvement of 1.7 g/dL. These findings indicate that health education, iron tablet supplementation, and periodic assistance can support knowledge improvement and hemoglobin improvement among women of reproductive age. Keywords: anemia; health education; hemoglobin; iron tablets; women of reproductive age.
Copyrights © 2026