At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026

Analisis Kritis Hybridisasi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an: literature Review terhadap Integrasi Tradisi Pesantren vs Teknologi Modern

Mazidatun Ni'mah (Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia)
M. Yunus Abu Bakar (Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis fenomena hibridisasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui integrasi antara tradisi pesantren dan teknologi modern. Metode yang digunakan adalah systematic critical literature review dengan pendekatan SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, Analysis) terhadap 30 artikel terpilih periode 2019 - 2024 dari database Scopus, SINTA, dan sumber akademik relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional pesantren seperti sorogan dan weton memiliki keunggulan dalam aspek spiritual dan retensi hafalan jangka panjang (±85%), sedangkan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi dan akselerasi hafalan hingga 42% serta menyediakan akses belajar fleksibel. Namun, integrasi keduanya memunculkan fenomena hybridity paradox, yaitu peningkatan capaian kognitif yang tidak diiringi dengan penguatan dimensi ruhani, bahkan menunjukkan penurunan adab sanad sebesar 28%. Penelitian ini mengusulkan model Pesantren-Digital Integration dengan komposisi 60% tatap muka dan 40% digital sebagai pendekatan optimal berbasis tauhid-based hybridization. Model ini menempatkan teknologi sebagai instrumen pedagogis tanpa menggeser esensi nilai spiritual dalam pendidikan tahfidz. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan teori hibridisasi pendidikan Islam serta memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan pembelajaran tahfidz di era digital. This study aims to critically analyze the phenomenon of hybridization of Al-Qur'an memorization learning through the integration of Islamic boarding school traditions and modern technology. The method used is a systematic critical literature review with the SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, Analysis) approach to 30 selected articles from the 2019-2024 period from the Scopus, SINTA databases, and other relevant academic sources. The results show that traditional Islamic boarding school methods such as sorogan and weton have advantages in spiritual aspects and long-term memorization retention (±85%), while digital technology can increase efficiency and acceleration of memorization by up to 42% and provide flexible learning access. However, the integration of the two gives rise to the phenomenon of hybridity paradox, namely an increase in cognitive achievement that is not accompanied by a strengthening of the spiritual dimension, even showing a decrease in sanad adab by 28%. This study proposes a Pesantren-Digital Integration model with a composition of 60% face-to-face and 40% digital as an optimal approach based on tauhid-based hybridization. This model positions technology as a pedagogical instrument without shifting the essence of spiritual values ​​in tahfidz education. These findings contribute to the development of hybridization theory in Islamic education and offer practical implications for managing tahfidz learning in the digital age.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

attajdid

Publisher

Subject

Religion Education Environmental Science Library & Information Science Social Sciences

Description

Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi ...