Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek krusial yang mempengaruhi kesejahteraan masa depan, namun tingkat kesadaran dan pengetahuan remaja saat ini masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi melalui pelatihan peer educator. Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2026 di SMKN 2 Malang dengan melibatkan 90 siswa kelas XI sebagai peserta utama. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif melalui pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis komunitas. Program Reproductive Health Initiative for Sustainable Education (RISE) ini dikemas dalam dua sesi utama, yaitu edukasi kesehatan reproduksi berbasis evidence-based practice serta pelatihan keterampilan komunikasi melalui simulasi dan role play. Evaluasi program diukur menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test, lembar observasi, serta wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pemahaman, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi interpersonal peserta dalam menyampaikan pesan kesehatan reproduksi. Selain itu, para peserta berhasil memproduksi media edukasi mandiri berupa flipchart dan poster sebagai sarana diseminasi informasi. Dukungan kelembagaan dari pihak sekolah menjamin keberlanjutan serta integrasi program ini dalam kegiatan kesiswaan. Program RISE terbukti efektif dalam memberdayakan remaja sebagai peer educator guna meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026