Nelayan payang di Kampung Teluk Kasai, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan mengalami berbagai masalah gizi yang berdampak pada kelelahan kerja. Sebagian besar nelayan terbiasa melaut tanpa sarapan dan ketika makan hanya mengonsumsi nasi dengan ikan asin serta jarang mengonsumsi sayur dan buah. Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan mengonsumsi kopi secara berlebihan dan merokok, sehingga tubuh lebih cepat lelah, pusing, bahkan mengalami kram otot saat menarik jaring. Pola makan yang kurang bergizi ini menyebabkan tubuh cepat lemas, pusing, bahkan kram otot saat menarik jaring. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik, sehingga status gizi yang rendah mempercepat timbulnya kelelahan kerja. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 45 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang valid dan reliable, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar nelayan memiliki status gizi kurus (55,6%) dan mengalami kelelahan kerja tingkat sedang (51,1%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan kelelahan kerja (p = 0,000; p < 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan kelelahan kerja pada nelayan payang diKampung Teluk Kasai.
Copyrights © 2026