Permasalahan sampah di Indonesia terus meningkat dan Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai penghasil timbunan sampah terbesar secara nasional dengan Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyumbang utamanya. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan Environmental Governance dalam Program Kampung Edukasi Sampah (KES) di Kelurahan Sekardangan Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dengan pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo serta pengelola Kampung Edukasi Sampah (KES), dilengkapi data sekunder dari dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Edukasi Sampah (KES) telah berjalan cukup baik pada keempat tujuan tata kelola lingkungan. Dari sisi Effective, program berjalan terarah melalui koordinasi antara masyarakat, pengurus Kampung Edukasi Sampah (KES), dan pemerintah daerah. Dari sisi Equitable, masyarakat memperoleh ruang partisipasi yang setara dalam pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan. Dari sisi Responsive, Kampung Edukasi Sampah (KES) mampu beradaptasi melalui inovasi seperti Lubang Sumber Organik dan regenerasi kader lingkungan. Dari sisi Robust, program menunjukkan ketahanan kelembagaan melalui jaringan kerja sama lintas sektor meski masih menghadapi keterbatasan pendanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi aktif antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan tata kelola lingkungan.
Copyrights © 2026