Kesehatan mental anak sering terabaikan akibat pola asuh yang tidak sehat, seperti toxic parenting yang mencakup tekanan emosional, kekerasan fisik dan verbal, serta pengabaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran konseling keluarga sebagai intervensi untuk mengurangi dampak negatif toxic parenting terhadap kesehatan mental anak dan memperbaiki hubungan keluarga. Metode penelitian berupa studi literatur dengan pengumpulan data sekunder dari jurnal dan artikel ilmiah terkait. Hasil menunjukkan bahwa toxic parenting secara signifikan merusak stabilitas psikologis anak, menyebabkan stres, kecemasan, dan rendahnya kepercayaan diri, serta menghambat perkembangan sosial-emosional. Konseling keluarga, khususnya melalui pendekatan Structural Family Therapy (SFT), terbukti efektif dalam meningkatkan komunikasi, memperkuat ikatan emosional, dan membangun dinamika keluarga yang lebih sehat. Kesimpulannya, konseling keluarga merupakan intervensi penting untuk mengenali pola asuh merugikan dan menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan serta perkembangan mental anak secara optimal.
Copyrights © 2026