Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara komunikasi politik di Indonesia, membuat media sosial menjadi tempat utama untuk berinteraksi, menggerakkan massa, dan juga sebagai arena konflik politik. Tingginya tingkat keterlibatan publik di platform digital mendorong terjadinya polarisasi, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, serta perdebatan emosional yang dapat merusak kualitas demokrasi. Studi ini bertujuan untuk menelaah dinamika konflik politik dalam dunia digital, mengidentifikasi pola mobilisasi yang bisa memicu peningkatan ketegangan, serta merumuskan langkah-langkah penyelesaian konflik yang mendukung penguatan demokrasi deliberatif. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan cara melakukan studi literatur melalui analisis tematik terhadap beragam referensi ilmiah yang berkaitan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik politik di ranah digital memiliki karakter yang terstruktur, komunikatif, dan deliberatif yang saling terhubung. Mobilisasi yang cepat dan berbasis emosi dalam dunia digital dapat memperkuat solidaritas kelompok, tetapi juga memiliki risiko untuk memperparah polarisasi jika tidak disertai dengan peningkatan literasi digital dan wadah dialog yang rasional. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital, pengelolaan komunikasi politik yang bertanggung jawab, serta dukungan dari lembaga untuk menciptakan ruang publik digital yang inklusif dan deliberatif, sehingga konflik yang timbul dapat dikelola secara konstruktif guna memperkuat demokrasi di Indonesia.
Copyrights © 2026