Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) terhadap produktivitas kerja pegawai pemasyarakatan, khususnya dalam aspek administrasi, pelayanan hak narapidana, pelaporan, pembinaan, dan pengambilan keputusan. SDP dipandang sebagai instrumen digital yang berperan penting dalam mendukung transformasi tata kelola pemasyarakatan dari sistem manual menuju sistem berbasis data yang lebih tertib, cepat, dan akuntabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui telaah berbagai jurnal ilmiah, artikel, peraturan, dan dokumen relevan yang membahas SDP, produktivitas kerja, serta pelayanan pemasyarakatan. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghubungkan pemanfaatan SDP terhadap efisiensi, akurasi, hambatan, dan upaya optimalisasi kerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan SDP dapat meningkatkan produktivitas kerja pegawai melalui percepatan pengelolaan data, pengurangan ketergantungan pada pencatatan manual, peningkatan akurasi informasi, serta kemudahan dalam penyusunan laporan dan verifikasi hak warga binaan. SDP juga mendukung pelayanan yang lebih transparan dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi hambatan berupa jaringan internet yang belum stabil, keterbatasan sarana teknologi, kompetensi pegawai yang belum merata, serta belum optimalnya integrasi antarinstansi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi memerlukan dukungan organisasi, kedisiplinan input data, dan komitmen pimpinan agar manfaatnya tidak berhenti pada aspek administratif. Oleh karena itu, optimalisasi SDP perlu dilakukan melalui pelatihan pegawai, penguatan infrastruktur, standarisasi input data, perlindungan keamanan informasi, dan evaluasi sistem secara berkelanjutan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) terhadap produktivitas kerja pegawai pemasyarakatan, khususnya dalam aspek administrasi, pelayanan hak narapidana, pelaporan, pembinaan, dan pengambilan keputusan. SDP dipandang sebagai instrumen digital yang berperan penting dalam mendukung transformasi tata kelola pemasyarakatan dari sistem manual menuju sistem berbasis data yang lebih tertib, cepat, dan akuntabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui telaah berbagai jurnal ilmiah, artikel, peraturan, dan dokumen relevan yang membahas SDP, produktivitas kerja, serta pelayanan pemasyarakatan. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghubungkan pemanfaatan SDP terhadap efisiensi, akurasi, hambatan, dan upaya optimalisasi kerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan SDP dapat meningkatkan produktivitas kerja pegawai melalui percepatan pengelolaan data, pengurangan ketergantungan pada pencatatan manual, peningkatan akurasi informasi, serta kemudahan dalam penyusunan laporan dan verifikasi hak warga binaan. SDP juga mendukung pelayanan yang lebih transparan dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi hambatan berupa jaringan internet yang belum stabil, keterbatasan sarana teknologi, kompetensi pegawai yang belum merata, serta belum optimalnya integrasi antarinstansi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi memerlukan dukungan organisasi, kedisiplinan input data, dan komitmen pimpinan agar manfaatnya tidak berhenti pada aspek administratif. Oleh karena itu, optimalisasi SDP perlu dilakukan melalui pelatihan pegawai, penguatan infrastruktur, standarisasi input data, perlindungan keamanan informasi, dan evaluasi sistem secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026