Perdagangan internasional di sektor peternakan berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan hewani, khususnya daging sapi yang permintaannya terus meningkat. Keterbatasan produksi daging sapi nasional menyebabkan Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. China sebagai salah satu mitra dagang utama memiliki peran strategis dalam perdagangan komoditas daging sapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perdagangan daging sapi Indonesia–China pada tahun 2025 dari perspektif ekspor dan impor. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan publikasi resmi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impor daging sapi Indonesia masih jauh lebih besar dibandingkan ekspor ke China sehingga menyebabkan defisit neraca perdagangan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi domestik, rendahnya produksi sapi potong nasional, serta lemahnya daya saing ekspor Indonesia.
Copyrights © 2026