Penelitian ini mengkaji strategi pendampingan terhadap anak yang berhadapan dengan adiksi di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau. Latar belakang penelitian didasari oleh lonjakan signifikan kasus adiksi anak di Riau hingga 11 kasus pada tahun 2025. Masalah utama penelitian adalah bagaimana strategi BNNP Riau dalam mendampingi anak adiksi untuk mencapai pemulihan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori peran yang mencakup empat pilar: Harapan (Expectation), Norma (Norms), Wujud Perilaku (Performance), dan Sanksi (Sanctions). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang terdiri dari pimpinan BNNP Riau, tim medis, psikolog, orang tua, dan korban (anak). Hasil penelitian menunjukkan strategi pendampingan dilakukan melalui strategi Preventif-Edukatif, Intervensi Humanis, integrasi nilai budaya lokal Melayu Riau, serta sanksi berupa penguatan positif (positive reinforcement). Penelitian menyimpulkan bahwa strategi ini berhasil menggeser paradigma penanganan anak dari pendekatan punitif ke arah restoratif-humanis. Namun, efektivitasnya masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan sarana prasarana ramah anak dan resistensi lingkungan sosial.
Copyrights © 2026