Krisis kesehatan mental pada Generasi Z semakin mengkhawatirkan seiring tingginya intensitas penggunaan internet dan media sosial. Ruang digital yang menjadi arena utama interaksi sosial remaja juga memunculkan risiko konflik, terutama dalam bentuk cyberbullying yang berdampak serius terhadap kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model resolusi konflik digital berbasis literasi emosional sebagai upaya preventif terhadap gangguan kesehatan mental pada Generasi Z. Kajian dilakukan melalui analisis konseptual terhadap fenomena cyberbullying, dampaknya terhadap kesehatan mental, serta pentingnya kemampuan regulasi emosi dalam interaksi daring. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa rendahnya literasi emosional memperburuk respons remaja terhadap konflik digital dan memperkuat siklus gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, stres, hingga penurunan prestasi akademik. Model yang dikembangkan menekankan penguatan kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi sebagai fondasi penyelesaian konflik secara konstruktif. Pendekatan preventif ini memerlukan kolaborasi keluarga, sekolah, pemerintah, dan platform digital untuk membangun ketahanan mental remaja di era digital
Copyrights © 2026