Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akuntansi piutang berbasis akrual pada BUMDes Giri Amertha Desa Sambangan berdasarkan SAK ETAP serta kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Sambangan telah melakukan transaksi kredit yang menimbulkan piutang, namun penerapan akuntansi piutang berbasis akrual belum sepenuhnya sesuai dengan SAK ETAP. Berdasarkan SAK ETAP, piutang seharusnya diakui pada saat timbul hak tagih, diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan, dan disajikan sebagai aset lancar dalam laporan posisi keuangan. Namun, praktik yang dilakukan BUMDes masih menggunakan basis kas, sehingga piutang baru dicatat ketika kas diterima. Selain itu, pengukuran piutang belum didukung oleh pencatatan penyisihan piutang tak tertagih dan penyajiannya belum ditampilkan secara tersendiri dalam laporan keuangan. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, kurangnya pemahaman mengenai SAK ETAP, serta sistem pencatatan keuangan yang masih sederhana. Meskipun demikian, BUMDes Sambangan telah melaksanakan pelaporan keuangan secara rutin sebagai bentuk akuntabilitas kepada pemerintah desa dan masyarakat.
Copyrights © 2026