Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) merupakan badan usaha milik desa adat yang berperan penting dalam mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai entitas usaha, BUPDA perlu menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Penelitian ini bertujuan menganalisis penyusunan dan pelaporan keuangan BUPDA Surya Tani, kesesuaiannya dengan SAK EMKM, merekonstruksi laporan keuangan, serta mengidentifikasi tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual dan sederhana menggunakan buku kas serta berfokus pada omzet penjualan, biaya operasional, dan laba usaha. Laporan keuangan yang disusun belum sepenuhnya sesuai dengan SAK EMKM karena belum mencakup laporan posisi keuangan, catatan atas laporan keuangan, pencatatan aset tetap, penyusutan, dan persediaan. Rekonstruksi laporan keuangan menghasilkan laporan yang lebih lengkap, sedangkan tantangan utama meliputi keterbatasan pemahaman akuntansi, sumber daya manusia, dan sarana pendukung.
Copyrights © 2026