Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal di Indonesia terhadap peristiwa pengumuman sentimen perang dagang global pada 2 April 2025. Pengukuran reaksi pasar dalam penelitian ini difokuskan pada dua indikator utama, yaitu Abnormal Return (AR) dan Trading Volume Activity (TVA). Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Melalui metode purposive sampling, diperoleh sampel akhir sebanyak 37 perusahaan yang memenuhi kriteria. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi peristiwa (event study) dengan menggunakan periode jendela pengamatan (event window) selama 11 hari bursa, yang terdiri dari 5 hari sebelum peristiwa, 1 hari saat peristiwa, dan 5 hari sesudah peristiwa. Pengujian asumsi dasar menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilanjutkan menggunakan statistik non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan Abnormal Return yang signifikan antara periode sebelum dan sesudah peristiwa, yang mengindikasikan pasar bereaksi dan menyesuaikan harga secara cepat terhadap masuknya informasi sentimen global. Sebaliknya, hasil uji tidak menemukan adanya perbedaan Trading Volume Activity yang signifikan, yang mencerminkan sikap kehati-hatian investor dalam menahan portofolio transaksinya di tengah ketidakpastian makroekonomi.
Copyrights © 2026