Layanan pinjaman online (pinjol) seperti AdaPundi dan KreditPintar menghasilkan ribuan ulasan pengguna di Google Play Store yang bersifat tidak terstruktur, sehingga sulit dianalisis secara manual untuk memahami persepsi publik. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa algoritma Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest dalam mengklasifikasikan sentimen ulasan kedua aplikasi tersebut, serta mengidentifikasi kata kunci yang membentuk sentimen positif dan negatif. Data dikumpulkan melalui scraping sebanyak 4.998 ulasan, dibersihkan menjadi 2.739 baris, dan diberi label sentimen berdasarkan rating (1–3 negatif, 4–5 positif), menghasilkan proporsi 69,19% positif dan 30,81% negatif. Pra-pemrosesan teks dilakukan melalui sepuluh tahap dengan modifikasi khusus berupa proteksi kata negasi, menghasilkan 2.695 data bersih yang selanjutnya diekstraksi menjadi fitur TF-IDF (matriks 2.695×1.204, sparsity 99,48%). Ketidakseimbangan kelas ditangani melalui class_weight='balanced' tanpa SMOTE. Hasil pengujian pada data uji menunjukkan SVM kernel RBF memperoleh akurasi 87,76%, F1-Score 0,8794, dan MCC 0,7276, mengungguli Random Forest yang memperoleh akurasi 86,64%, F1-Score 0,8670, dan MCC 0,6919, meskipun Random Forest mencatat ROC-AUC lebih tinggi (0,9216 berbanding 0,9077). Validasi 5-fold cross validation menguatkan temuan ini secara konsisten. Perbandingan kedua aplikasi menunjukkan AdaPundi memperoleh sentimen lebih positif (74,4%) dibandingkan KreditPintar (63,8%), dengan kata "tolak" menjadi penanda khas keluhan pada KreditPintar terkait penolakan pengajuan pinjaman.
Copyrights © 2026