Artikel ini bertujuan mengkaji Bimbingan Konseling Islam sebagai dukungan psikososial bagi kesehatan mental siswa dari keluarga prasejahtera. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kerentanan siswa prasejahtera yang tidak hanya menghadapi keterbatasan ekonomi, tetapi juga tekanan psikologis berupa rendah diri, kecemasan masa depan, keterbatasan dukungan belajar, dan kurangnya ruang aman untuk mengekspresikan emosi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Literatur yang dianalisis terdiri atas 22 sumber berupa artikel jurnal ilmiah dan buku akademik yang relevan dengan Bimbingan Konseling Islam, kesehatan mental siswa, dukungan psikososial, tekanan sosial-ekonomi, dan pendampingan spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bimbingan Konseling Islam dapat berfungsi sebagai dukungan psikososial melalui penguatan spiritual, pengelolaan emosi, penerimaan diri, pembentukan resiliensi, dukungan sekolah, dan kolaborasi keluarga. Kajian ini menegaskan bahwa Bimbingan Konseling Islam perlu dikembangkan sebagai layanan yang empatik, profesional, kontekstual, dan peka terhadap kondisi sosial-ekonomi siswa, bukan sekadar nasihat keagamaan yang bersifat normatif.
Copyrights © 2026