Krisis ekosistem pendidikan Indonesia, yang ditandai oleh terputusnya sinergi antara keluarga, sekolah dan masyarakat, mendorong untuk mereaktualisasi gagasan Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai filosofi manajemen pendidikan yang relevan di era kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Tri Pusat Pendidikan sebagai kerangka konseptual manajemen pendidikan, khususnya dalam dimensi sinergi antara sekolah dan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan literatur sistematis, penelitian ini mengurai kajian Tri Pusat Pendidikan ke dalam beberapa konsep, antara lain Tri Pusat Pendidikan sebagai konsep-filosofis dan Tri Pusat Pendidikan sebagai panduan praktis sinergi lintas pilar pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tri Pusat Pendidikan tidak hanya relevan sebagai gagasan pedagogis, tetapi mengandung implikasi manajerial yang kaya mencakup tata kelola ekosistem pendidikan, koordinasi lintas institusi, sumber daya, dan kepemimpinan kolaboratif-kreatif. Ketiga pilar tersebut (keluarga, sekolah dan masyarakat) harus beroperasi sebagai basis manajemen pendidikan yang terintegrasi demi terwujudnya siswa yang berkarakter, kompeten dan adaptif.
Copyrights © 2026