Keberadaan pengemis dan pengamen di berbagai area publik Kabupaten Banyuwangi menunjukkan bahwa kebijakan penanganan kemiskinan dan ketertiban umum belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan penanganan pengemis dan pengamen dengan fokus pada aspek program, organisasi pelaksana, dan sasaran kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokus di pasar, taman kota, kawasan wisata, dan area persimpangan jalan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek program penanganan masih didominasi oleh penertiban jangka pendek dan belum terintegrasi dengan pembinaan serta pemberdayaan ekonomi. Dari aspek pelaksana, keterbatasan kapasitas dan lemahnya koordinasi lintas organisasi menghambat efektivitas kebijakan. Sedangkan pada aspek sasaran, heterogenitas karakteristik pengemis dan pengamen serta keterbatasan alternatif penghidupan menyebabkan perubahan kondisi sasaran belum signifikan. Pembahasan menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan memerlukan integrasi program, penguatan organisasi pelaksana, dan pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan sasaran.
Copyrights © 2026